Freelance di Odesk

Di awal tahun 2011, saya mempunyai rencana untuk nge-freelance di situs Odesk. Namun karena belum begitu banyak persiapan seperti skill, portofolio, dan hal pendukung lainnya, rencana itu tertunda walaupun sudah terdaftar menjadi member Odesk dan mencoba peruntungan mencari beberapa job, tapi hasilnya nihil.

Lalu akhir April 2012 kemarin, saya ingin melanjutkan rencana tersebut karena sekarang alhamdulillah sudah mempunyai apa yang belum saya punya 1 tahun silam itu. Saya segera login ke Odesk, membereskan profil yang sebelumnya berantakan dan gak menarik. Menambahkan portofolio, proyek, skill, dan sertifikasi.

Setelah profil lengkap, saya mencoba lagi peruntungan mencari job writing, namun hasilnya tetap nihil. Mungkin skill writing saya belum mumpuni dan belum mempunyai harga jual, apalagi dalam bahasa inggris, kacau.

Tidak menyerah sampai disitu, saya iseng-iseng mengajukan penawaran pada sebuah proyek yang bayarannya cukup besar buat saya pribadi, yaitu $60. Saya sengaja banting harga dari para bidder lain yang rata-rata ingin dibayar sebesar $70. Setelah menunggu sehari, akhirnya kerjaan ini saya dapatkan, tipe kerjaannya Data Entry – Fixed Price. 😀

Beberapa hari berikutnya, saya mendapatkan pekerjaan lagi, tipe kerjaannya masih sama yaitu Data Entry namun yang ini di bayar per jam atau Hourly. Karena saya belum memiliki banyak feedbacks, jadi harga jual saya hanya $0.50/hour, klien saya membatasi hanya 40 jam bekerja setiap minggu itu artinya jika saya rajin dan mencapai 40 jam setiap minggu akan menghasilkan $20/week dan $80/month. Lumayan.

Mendapatkan penghasilan yang besar bisa saja didapatkan di Odesk, tapi itu tergantung seberapa berkualias diri kamu. Banyak juga freelancer Indonesia yang sering nongkrong di Odesk, Ini buktinya. Jika tertarik bergelut di bidang freelance online, cobalah untuk mencari banyak feedbacks di awal, banyak belajar dan asah skill.

0 thoughts on “Freelance di Odesk”

Leave a Reply