Antara PE28 dan PWK28

Bagi kamu yang suka ngutak-ngatik motor, pasti taulah apa itu karburator. Ya, karburator adalah part yang berfungsi untuk mengabutkan bahan bakar dan mencampurnya dengan udara (O2) untuk dimasukkan ke ruang bakar yang selanjutnya di bakar oleh percikan api dari sistem pengapian.

Nah, berbicara mengenai karburator ada dua tipe karburator yang pernah saya gunakan dalam rangka menambah performa Nova Sonic saya. Disini saya akan berbagi cerita bagaimana feel dari dua tipe karburator tersebut. 

Pertama adalah Keihin PE28, saya membelinya seharga Rp550.000. Masalah orisinalitas atau tidak saya tidak begitu memperhatikan. Karbu ini saya beli 1 minggu setelah meminang Sonic, karena tidak puas dengan karbu standarnya yang berjenis vakum. Kurang responsif.

Proses pemasangan begitu mudah, hanya saja saya harus membeli kabel gas baru dan membuat bandul pada kabel gas untuk menarik skep si-PE ini. Pilot Jet 38, sedangkan Main Jet 110. Airscrew 1,5. Alhamdulillah bisa langsam.

Pemakaian dalam kota cukup responsif dibanding karbu standar, putaran bawah lumayan loncat-loncat tapi putaran atas terasa biasa saja bagi saya. Konsumsi bahan bakar sedikit lebih boros dari standar, tapi sebanding dengan power yang dihasilkan ketika menjajal lewat rute Subang-Lembang-Bandung. Worthed to buy.

PE

Tapi namanya manusia, selalu aja kurang. Akhirnya saya memutuskan untuk ganti pakai karburator yang ‘katanya’ sadis putaran bawah – atas. Karbu tersebut adalah Keihin PWK28, tapi yang saya gunakan ini Designed by KTC (Kitaco). Saya tebus seharga Rp650.000 dari owner Abbys Motorsport kondisi second mulus. Karena untuk membeli lansiran Sudco, dana tidak mencukupi. 🙁

Pemasangan mirip-mirip dengan PE, kabel gas pakai punya PE langsung cocok tanpa ada rubahan. Setingan pas menggunakan Pilot Jet 40. Main Jet 110. Airscrew di 2,0. Meskipun hingga sekarang, setingan tersebut terasa belum pas bagi saya. Padahal warna busi udah merah bata.

Performa jauh diatas PE, atasnya gak nahan. Sedangkan tarikan bawah dikatakan mirip enggak juga, mungkin karena masih basah jadi ada sedikit gejala ‘ngookk’ di bawah. Kayaknya harus turus PJ ke 38. Hal yang saya suka dari PWK adalah skepnya yang berbentuk D, kalau dari luar terlihat rata padahal sebenarnya enggak. Konsumsi bahan bakar jangan ditanya, boros banget. Serius! Very worthed, powerful, responsive, but you should spend more money on gas too! 😀

PWK

0 thoughts on “Antara PE28 dan PWK28”

Leave a Reply