Percaya Sensor Parkir atau Nengok Belakang?

Pernah? kalau iya berarti kita belum sepenuhnya percaya terhadap teknologi dan teknologi belum mampu membuat kita yakin terhadapnya.

FYI, Sensor Parkir di Brio saya ini bonus dari pembelian, itu pun udah maksa-maksa sales. Sensor parkir Brio ini bentuknya sederhana dan tidak memakan banyak ruang di interior. Ada layar LED kecil di pojok kanan dashboard yang memperlihatkan jarak (dalam meter) mobil saya terhadap benda di belakangnya. Sedangkan mata sensornya di tempatkan di bemper belakang (ya iyalah masa di samping) dengan dua titik sensor.

Nah karena cuman dua titik, saya kadang ragu terhadap benda-benda yang permukaannya tidak rata. Kalau tembok doang mah gak masalah kadang sampai mepet 0,4 meter parkirnya. Tapi yang bikin gak yakin itu adalah benda-benda yang tidak terpantau sensor. Bisa karena jangkauan sensor tidak menjangkau keberadaan benda tersebut. Misalnya ada besi berdiri yang posisinya tepat ditengah2 kedua sensor (tengah-tengah bemper belakang). Di layar LED tidak terdeteksi apa-apa yang menandakan mobil aman untuk mundur, tapi ternyata bukan tidak ada benda tapi tidak terdeteksi. Alhasil nabrak dong.

Karena pernah kejadian bemper belakang kiri gesek parkiran sepeda di kampus. Untung gak baret berdarah-darah, masih batas wajar. Karena sewaktu mundur, layar LED tidak menampilkan jarak tabrakan dengan benda di belakang itu pun malam hari jadi visibilitas saya pun agak sedikit terganggu.

Hal ini juga berlaku dengan Innova ayah saya, apalagi di mobil ini tidak ada layar LED untuk penunjuk jarak. Pake perasaan aja atau agar lebih yakin mending nengok belakang deh.

Mungkin berbeda halnya kalau sudah dilengkapi parking camera, karena jujur saya sendiri pun belum pernah coba jadi belum bisa memberikan review pribadi.

Leave a Reply