Pengalaman Upgrade RAM dan SSD di Macbook Pro

Keinginan untuk upgrade RAM dan SSD Macbook Pro sebenarnya udah ada dari tahun 20014 lalu. Hal ini karena kecepatan Macbook saya sudah tidak secepat dulu. Terutama HDD-nya yang sering bunyi ‘klik’ saat Macbook di pindahkan atau kesenggol. Kecepatan baca-tulis HDD nya juga udah drop parah, booting time terakhir di tes pake stopwatch itu nyentuh angka 1 menit 45 detik. Kebutuhan RAM sebenarnya tidak begitu saya perhatikan tapi di Activity Monitor sering nyentuh angka 3.7GB, sedangkan RAM bawaan Macbook saya adalah 4GB. Saya kira, kalo udah mentok gitu pasti butuh ruang yang lebih lega setidaknya ada beberapa GB ruang kosong di RAM.

Baru di tahun 2016 ini keinginan tersebut terpenuhi. Sebelumnya saya merakit sebuah PC semi high-end untuk keperluan games, editing dan kerjaan sehari-hari tapi saya jual kembali dan memutuskan untuk memilih Mac sebagai alat tempur.

Pencarian SSD dilakukan di Bandung Electronic Center, tapi hasilnya nihil. Ada sih beberapa toko yang menyediakan SSD Sandisk 128 tapi kurang cocok, ternyata harga SSD udah gak semahal dulu jadi saya memutuskan untuk membeli yang kapasitasnya lebih tinggi dari 128GB. Saya cari di Bukalapak ternyata pilihan SSD lebih banyak dan harganya lebih murah di banding toko offline. Setelah baca-baca blog bule, Samsung 850 Evo banyak yang direkomendasiin sebagai best SSD for Mac. Padahal awalnya saya cari ADATA SP900, tapi karena di Youtube juga banyak yg pake Samsung 850 Evo ya udah akhirnya beli SSD tersebut seharga 1.250 dengan kapasitas 250GB.

Untuk RAM karena dana sudah digelontorkan banyak ke SSD saya cari yang murah-murah aja via online juga. Ketemu di OLX lokasi di Bandung. RAM nya lansiran Samsung juga yang ternyata sama dengan yang dipakai Macbook saya ini hanya beda kapasitas aja. Padahal awalnya pengen merk Corsair yang terkenal kompatibel juga di Mac, tapi ya udah tebus RAM Samsung aja seharga 700 dengan kapasitas 8GB. Tadinya mau 16GB tapi buat apaan coba :D.

Selain itu saya juga butuh HDD Caddy, fungsinya sebagai tempat penyimpanan HDD internal bawaan dan diletakan di optical bay Macbook.

Pemasangan

RAM dipasang saat COD-an di Indomaret deket Darul Tauhid, Bandung. Penjual bawa obeng khusus dan Macbook saya di bongkar saat itu juga di Indomaret. 😀

Sedangkan SSD saya pasang sendiri di rumah dengan beberapa obeng milik teman yang ternyata bisa digunakan untuk bongkar Macbook. Jadi gak perlu beli obeng bermerk yang bakal nambah biaya lagi.

Sedangkan hardisk bawaan saya pasang di HDD Caddy dan meletakannya di optical bay sebagai pengganti dvd drive. Pemasangan HDD dilakukan h+1 setelah SSD terpasang.

Semua pemasangan sangat mudah, karena tinggal plek-plek aja tanpa banyak ubahan. Bahkan salah seorang teman saya yang biasa bongkar laptop, liat daleman Macbook Pro takjub betapa rapih dan user friendly-nya Laptop besutan Apple ini.

Setelah semua terpasang saya langsung melakukan instalasi OSX El Capitan menggunakan Flash Drive yang sudah disiapkan sebelumnya.

Langkah lebih detail bisa kamu liat di youtube karena ini bukan tulisan tutorial jadi gak akan di tulis disini.

Pada proses instalasi OSX ada masalah yang muncul yaitu bahwa instalasi yang saya gunakan itu corrupt dan tidak dapat di verifikasi oleh Macbook. Ya udah langsung saya mengunduh file OSX pake komputer Windows via torrent. Setelah selesai saya buat bootable-nya pake aplikasi TransMac via Windows. Trus saya coba booting pake Flash Drive yang baru dibuat itu ternyata gak bisa. Di layar macbook saya muncul sebuah tanda dilarang parkir/stop tanpa P dan S di dalam lingkarannya. Waduh, berarti harus bikin bootable via Mac sedangkan di kosan saya gak ada yang pake Mac.

Akhirnya minjem Macbook temen lain cuma untuk bikin bootable aja. Software OSX yang dipake adalah yang di unduh pake torrent tadi, setelah selesai di coba booting ternyata masuk dan langsung instal OSX. Ditengah jalan masalah yang serupa muncul, yaitu file OSX corrupt dan tidak dapat di verifikasi.

Saya browsing di Youtube apakah permasalahan ini di alami juga oleh user lain dan ternyata iya. Ada sebuah metode untuk memecahkan masalah ini yaitu dengan mengubah tanggal Macbook sebelum melakukan instalasi OSX. Karena di pojok kanan atas gak muncul tanggal/hari, maka untuk mengubah tanggal harus dilakukan melalui terminal dengan mengetikan perintah date mmddhhmmyyyy dengan tanggal saat ini. Setelah dirubah saya enter dan coba lagi instalasi OSX, gagal! Masih corrupt dan tidak dapat di verifikasi.

Lalu saya melakukan pencarian mengenai masalah ini, ditemukan bahwa tanggal harus dirubah sesuai dengan saat file OSX tersebut di download dari Mac App Store. Karena software tersebut punya tanggal kadaluarsa untuk bisa di instal. Lalu saya pake tanggal di salah satu video Youtube yang mampu memecahkan permasalahan ini, ternyata ketika saya masukkan tahun 2015, file OSX dapat di instal dengan lancar. Bener kan, bukan file OSX nya yang corrupt tapi ada faktor lain yang bikin masalah ini muncul. :p

Setelah sekitar 40 menit instalasi OSX selesai. Booting time? under 20 seconds bro! Buka aplikasi dan sebagainya kenceng. Kalau mau liat sekenceng apa SSD di Mac, di Youtube banyak kok.

Besoknya HDD Caddy datang, saya langsung pasang hardisk internal Macbook di Caddy tersebut. Optical drive saya pensiunkan karena udah jarang juga pake dvd untuk transfer data atau hal lain. Setelah terpasang ada masalah muncul, macbook saya lemot parah disertai spinning beach ball yang muncul setiap 5 detik.

Saya heran kok bisa kayak gini padahal sistem udah pake SSD, harusnya Macbook lemot ketika ngambil data dari HDD aja. Saya juga berpikir apa karena masih ada data OSX di hardisk yang bikin Macbook lemot gini, karena data di HDD belum sempat saya pindahkan akhirnya saya hapus semua folder di HDD kecuali folder Users. Ternyata Macbook masih lemot.

Ya udah saya tukar posisi SSD dan HDD. Jadi konfigurasinya adalah SSD di optical bay, dan HDD di posisi semula. Setelah booting semua berjalan normal. Sistem kenceng karena SSD dan penyimpanan lega karena ada HDD. Tidak ada indikasi HDD lemot seperti sebelumnya, dan SSD pun menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

Setelah melakukan penyelidikan ternyata pada kasus saya terutama Macbook Pro 2011 terdapat perbedaan kecepatan kabel SATA, untuk HDD menggunakan SATA 3 sedangkan optical drive masih SATA 2. Sehingga Hardisk saya yang udah sering ‘klik’ di pasang di SATA 2 makin lemot, sedangkan SSD tetap kenceng meski di pasang di SATA 2. Mungkin terjadi pengurangan kecepatan tapi saya gak merasakan hal itu.

Itu adalah pengalaman saya saat melakukan upgrade Macbook menggunakan RAM Samsung 8GB dan SSD Samsung 850 Evo 250GB. Cukup melelahkan tapi sebanding dengan hasil yang saya dapatkan saat ini. Jadi gak perlu upgrade macbook baru dan kayaknya lifetime macbook saya nambah 5 tahun lagi nih. 😀