Mengenai Evernote dan Notational Velocity

Sore ini saya mendapat email pemberitahuan bahwa versi Evernote terbaru akan segera muncul, yaitu Evernote 5. Segera saya membuka link yang ada di email tersebut untuk melihat sekilas fitur apa saja yang akan dibenamkan di versi terbarunya. Fitur yang paling menarik perhatian saya adalah Grid View, dimana seakan-akan membuat saya benar-benar memiliki sebuah buku catatan sesuai dengan judul yang ditentukan.

grid view evernote
grid view evernote

Benarkan? terlihat rapih dan manis untuk sebuah aplikasi yang memanage catatan keseharian kita. Tapi, entah kapan terakhir kali saya menggunakan Evernote untuk mencatat pada Macbook saya. Mungkin sudah 4 bulan lalu. Ya, benar saya sekarang sudah hampir tidak menggunakan evernote lagi, karena saya merasa aplikasi ini ‘ribet’ dan ‘membingungkan’ saya. Untuk melihat sekilas screenshot Evernote bisa ke halaman ini.

Fitur yang ada pada Evernote sangat lengkap, saya mengakui hal itu, tapi saya merasa kurang begitu cocok dengan evernote, karena saya seorang yang tidak begitu baik dalam mengorganisir kategori sebuah tulisan, atau memasukkan sejumlah tulisan pada notebook tertentu, kadang saya merasa organisir yang telah saya lakukan terlihat begitu buruk, lalu saya merevisinya dengan organisir yang baru, merubah nama notebook, tag, dan lain sebagainya. Hal itu terus berulang hingga akhirnya yang terjadi adalah bukannya menulis tapi malah mengurusi organisir gak selesai-selesai.

Terus, dimana biasanya saya mencatat? Setelah membaca blognya Sayzlim, yang mereblog sebuah tulisan mengenai plain text and how to maximize it on your daily life, saya tertarik untuk mencatat dengan memanfaatkan aplikasi TextEdit (Notepad pada Windows) dan Notational Velocity. TextEdit adalah aplikasi bawaan Mac yang kadang dilupakan, namun sebenarnya aplikasi ini cukup baik digunakan dalam membuat sebuah artikel atau apapun itu. Sedangkan Notational adalah aplikasi alternatif yang saya gunakan untuk mencatat apapun, biasanya saya gunakan ketika di kelas, mengikuti seminar untuk mencatat poin-poin pentingnya, dan kegiatan lain yang mengharusnya saya mencatat dengan cepat. Hebatnya aplikasi ini otomatis tersinkronisasi dengan DropBox saya, dengan format .txt. Evernote juga memiliki fitur seperti ini, tapi mereka memiliki server mereka sendiri, dan kita tidak bisa langsung melihat catatan kita selain melalui aplikasi dan web mereka. Atau gampangnya kita tidak bisa langsung menuju ke si .txt-nya.

Sekarang saya akan membahas mengenai interface pada Notational.

notational velocity
notational velocity

Gimana? Sederhana banget, kan? disini yang saya kamu butuhkan hanya satu, just write. Ini yang saya suka dari notational, membantu saya untuk langsung mencatat, dengan tidak ada gangguan sebelumnya. Tampilan ini bukan bawaan dari notational, tapi saya merubahnya sedikit karena saya lebih menyukai menulis pada background yang gelap, agar mata tidak cepat lelah. Untuk tampilan standar bisa kamu lihat di halaman ini.

Terdapat juga fitur tagging dan mention di notational, tapi itu tidak seribet pada Evernote. Biasanya saya memiliki tiga langkah mudah ketika ingin mencatat disini, buka aplikasi > tulis judul > nulis. Kerennya, itu semua bisa kamu lakukan dengan mouseless.

Kesimpulan

Keduanya memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing, kenapa saya masih mempertahankan Evernote, rencananya saya akan menggunakannya hanya untuk menyimpan gambar-gambar dengan sedikit deskripsi. Karena pada notational tidak bisa memasukkan gambar, kalaupun bisa hanya sebuah link menuju direktori pada macbook. Untuk notational, saya akan tetap menggunakannya untuk mencatat apapun seperti ide, kutipan, tugas kuliah, dan lainnya. Silahkan memilih.

Advertisements