15,000 Kilometer Bersama Honda Brio Satya

Disini saya akan memberikan review singkat mengenai Honda Brio yang sudah menemani saya 15.000km jauhnya, mulai dari performa, fitur, modifikasi yang telah dilakukan, sampai lecet-lecet yang sudah nemplok di mobil ini. Hal ini dilakukan untuk mengetahui nilai mobil ini sendiri sehingga apakah layak untuk dibeli dan digunakan sehari-hari? Penilaian tersebut berdasarkan poin-poin yang akan saya paparkan berikut ini.

Tapi sebelumnya, saya akan memberikan informasi singkat mengenai mobil ini. Honda Brio dirilis oleh Honda pada tahun 2011. Saya pribadi membagi Honda Brio menjadi tiga tipe, pertama Honda Brio Satya, Honda Brio, dan Honda Brio Sport. Ketiganya memiliki fitur dan mesin yang berbeda tergantung dari tipe mana yang dipilih.

Tapi secara singkat, karena nulisnya capek juga kalau panjang-panjang, Honda Brio Satya itu memiliki mesin L12B, sedangkan Brio dan Brio Sport memiliki kode mesin lebih tinggi yaitu L13A. Keduanya memiliki teknologi i-VTEC yang mengutamakan efisiensi bahan bakar tanpa mengorbankan power.
Saya pribadi sejauh 15.000km ini menggunakan Honda Brio Satya tipe S (L12B), Merah, Manual, dengan harga OTR (Autobest Bandung) Rp116.000.000. Nah berikut adalah reviewnya.

Reliabilitas

Pertama saya akan membahas reliability, performa mesin, dan efisiensi bahan bakar. Sejauh 15.000km ini mesin belum bermasalah, mungkin karena emang terhitung baru sih. Saya belum pernah ngecek oli, radiator, dan lain sebagainya. Saya membiarkan mesin L12B ini bekerja tanpa ada perawatan sedikit pun di sektor mesin selama 15.000km kecuali ada pengecekan pada 1500km, 5000km, dan 10.000km di bengkel resmi (Autobest Bandung). Hingga saat ini mesin lansiran Honda ini berjalan dengan baik tanpa masalah.

Performa?

Brio ini punya tenaga sebesar 88hp pada 6200rpm (Menurut Wikipedia). Saya pribadi belum pernah nyoba-nyoba tes top speed pake mobil ini, tapi menurut pengalaman teman saya 140km/h bisa diraih tapi pada saat itu juga limiter kecepatan bekerja sehingga tidak bisa lebih dari kecepatan tersebut. Akselerasi cukup baik, mungkin karena bobotnya yang ringan sekitar 900+kg. Awalnya saya  meremehkan performa Brio di jalan pegunungan, tapi ternyata jalanan menanjak curam pun mampu dilewati tanpa masalah. Pokoknya gak akan ada istilah mundur lagi. Kalau bawa nya bener ya. 😀

Efisiensi bahan bakar?

Wah ini kayaknya gak perlu ditanyain lagi deh. Irit banget. Bahkan saya beli Teh Kotak ke minimarket depan komplek pun kalo lagi gak ada motor pake ini Brio. Sebagai catatan saya membandingkan konsumsi Brio ini dengan mobil lebih besar seperti Innova dan Cefiro. Jadi sangat terasa perbedaannya. Konsumsi BBM di tol sempat mencapai 28km/liter. Dalam kota rata-rata di angka 15km/liter.

Fitur?

Saya orang yang hanya membutuhkan kelengkapan dasar, gak perlu muluk-muluk. Fitur seperti  Air Conditioner, AUX, Audio, Tachometer, dan fitur standar lainnya sudah cukup. Tapi kurang satu, temperatur mesin kok gak ada yah? Itu kan penting. Kabarnya sih ketika mesin overheat baru indikator tersebut muncul, ya kali kalo udah overheat baru dikasih tau. Gak ada tindakan jaga-jaga dong kalau gitu. Come on Honda!

Modifikasi?

Kalau tampak standar-standar aja kayaknya kurang seru deh. Awalnya konsep modifikasi mau bergaya stance dengan camber-camber gitu belakanya. Tapi karena ini mobil harian, modifikasi akhirnya condong ke arah racing look jadi masih oke di pake harian.
Suspensi pakai custom dengan turun hanya 5cm, terlalu ceper pun malah jadi gak nyaman. Sepatu (velg) pake Rep Spoon 15×6,5 et38, awalnya ban depan keluar fender tapi di kasih camber -2,5 jadi sekarang sudah rata body. Sedangkan roda belakang sudah rata dengan fender tanpa perubahan dan penambahkan spacer. Semua roda dibalut ban berukuran 195/55/15 sehingga karakter ban ngotak gaya-gaya balap (asik). Supaya perjalanan jauh nyaman, dekapan Jok Semi Bucket Bride Ergo warna hitam sangat membuat saya nyaman ketika mengemudi.
Dengan harga sekitar Rp116.000.000, menurut saya mobil ini layak untuk dibawa pulang, terutama bagi kamu yang suka mobil LCGC yang bentuknya sedikit sporty dibanding LCGC lain. Bukan bermaksud meremhkan tapi saya pribadi menyukai lekuk bodi Brio ini. Cocok lah untuk di modifikasi atau sekedar dipakai harian.
*FYI, semua barang modifikasi di mobil ini saya jual. Bagi kamu yang berminat bisa kontak saya. 😀
Advertisements

Published by

Abdullah Adnan

Passionate Writer based on Bandung, Indonesia. Tweet me on @adnanomatic.