Seal Shock Honda Sonic 125 Bocor? Ganti Aja, Murah Kok

Mungkin teman-teman sudah baca tulisan saya mengenai betapa buruknya pelayanan AHM (tidak semua) yang saya alami di daerah Bandung. Nah kebetulan sudah 2 minggu honda nova sonic 125 mengalami beberapa masalah diantaranya sebagai berikut:

  • Spakbor depan tidak center karena patah
  • Undercowl retak
  • Seal shock bocor
  • Rem depan macet (blong?)
  • Keteng berisik

Bahkan untuk permasalahan yang terakhir mungkin sudah hampir satu bulan lebih tidak saya perbaiki ke bengkel, alasannya klasik: sibuk kerja.

Jadi hari ini saya bersama seorang teman (Bagas owner @krc.autostuff) yang juga penunggang landak (baca: sonic) dari Bekasi pergi ke sebuah bengkel yang biasa menangani honda Sonic. Tapi karena koordinasi yang kurang setelah sampai di TKP pada pukul 12 siang bengkel yang dimaksud sudah tutup teman-teman. Ownernya bilang kalau bengkel hari minggu hanya setengah hari, ya inilah kesalahan saya karena bangun terlalu siang di minggu yang ceria ini.

Akhirnya kami pulang dengan sedikit rasa kesal, mengingat jarak antara bengkel tersebut dan kosan kami berdua cukup jauh ditambah macetnya kota Bandung di hari minggu. Kami sempatkan mampir ke warung kopi langganan di daerah Sukapura – Bojongsoang.

Karena penasaran, setelah mengantar teman saya pulang. Saya sendiri coba menyambangi bengkel yang ada di daerah Mengger, ternyata mekaniknya menyanggupi dan tiga masalah utama diatas selesai dan memakan waktu sekita 1.5 jam. Termasuk beberapa retak bodi pada bagian undercowl dan spakbor depan (yang niatnya mau beli baru) beres teratasi.

Biaya yang saya keluarkan untuk memperbaiki honda sonic 125 ini yaitu Rp70.000. Dengan rincian sebagai berikut:

  • Seal shock x 2 : Rp25.000
  • Oil shock : Rp15.000
  • Jasa: Rp30.000

Menurut saya pribadi biayanya cukup murah, karena beberapa teman mengatakan bahwa seal shock yang bocor memang harus segera diganti ditakutkan batang (as) shock baret-baret terkena debu yang tentunya akan memakan biaya lebih mahal lagi.

Masalah yang masih menghinggapi sampai sekarang mungkin permasalahan rantai keteng (entahlah), perlu dilakukan inspeksi lebih detail mengenai permasalahan ini.

 

Advertisements

Author: Abdullah Adnan

Passionate Writer based on Bandung, Indonesia. Tweet me on @adnanomatic.