Mengatasi Bunyi Klotok Honda Sonic 125, Ada Celah Antara Piston dan Boring

Saya membeli Honda Sonic 125 ini dengan kilometer di angka 20.000km. Setelah saya pakai sehari-hari untuk menyelesaikan kuliah yang alhamdulillah lulus di bulan November 2016 dan saya pakai touring pendek Subang-Bandung setiap akhir pekan (90km satu kali jalan) akhirnya muncul bunyi aneh di sekitar mesin tepatnya di silinder blok setelah menempuh kurang lebih 3000-4000km.

 

Setiap pagi apalagi saat mesin dingin bunyi nya lebih kentara, seperti bunyi rantai keteng yang kendor. Tek tek tek, kira-kira seperti itu lah. Awalnya saya tetap kekeh kalau bunyi ini adalah penyebab keteng kendor dan solusinya ya dengan mengatur tensioner.

Akhirnya karena waktu itu long-weekend saya bawa ke bengkel dekat rumah, montir bilang kalau mesin lebih baik di bongkar saja alias service besar sekalian sehingga bisa lebih tahu permasalahannya dimana dan tepat menanganinya.

 

 

Satu persatu body di lepas, radiator di turunkan, head di pisah dari blok silinder, lalu blok silinder di copot tidak lupa mengeluarkan piston berumur 13 tahun di dalamnya. Montir langsung memvonis bahwa bunyi klotok-klotok di sebabkan ada kerenggangan antara piston dan dinding silinder. Sekitar beberapa milimeter, ini juga mengapa kompresi turun dan tidak ada tenaga.

Setelah saya lihat memang benar, terutama ketika piston berada di Titik Mati Bawah (TMB) celahnya semakin longgar. Mungkin itu mengapa bunyi klotok terdengar jelas saat mesin berada pada RPM yang tidak begitu tinggi. CMIIW.

Akhirnya montir menyarankan untuk melakukan oversize ke 58.5mm, dari awalnya 58mm atau naik sekitar .50. Saya setuju, proses pembelian part saya serahkan ke bengkel karena kebetulan piston sonic mereka tidak stok.

Pengerjaan selesai pukul 6 sore (saya datang pukul 1 siang), setelah di cek dan coba di nyalakan bunyi klotok di mesin hilang. Hanya saja perlu penggantian part lain yaitu karet kopling. Indikasinya kopling bergetar ketika dibuka dan ada bunyi berisik di rumah kopling ketika langsam tanpa tarik handle kopling. Sedangkan jika ditarik bunyinya lebih halus.

Advertisements

Author: Abdullah Adnan

Passionate Writer based on Bandung, Indonesia. Tweet me on @adnanomatic.