Percaya Sensor Parkir atau Nengok Belakang?

Pernah? kalau iya berarti kita belum sepenuhnya percaya terhadap teknologi dan teknologi belum mampu membuat kita yakin terhadapnya.

FYI, Sensor Parkir di Brio saya ini bonus dari pembelian, itu pun udah maksa-maksa sales. Sensor parkir Brio ini bentuknya sederhana dan tidak memakan banyak ruang di interior. Ada layar LED kecil di pojok kanan dashboard yang memperlihatkan jarak (dalam meter) mobil saya terhadap benda di belakangnya. Sedangkan mata sensornya di tempatkan di bemper belakang (ya iyalah masa di samping) dengan dua titik sensor. Continue reading “Percaya Sensor Parkir atau Nengok Belakang?”

Afternoon Shot of Honda Brio

20140930-AdnanxIMG_2467This photo was taken at front of my home. Not yet have details shoot of this car, just taking the front of this cute car. Maybe soon I’ll make my car as one of featured car on this blog.

Demam Mereng-mereng

Sudah lebih dari 2 bulan saya terkena demam ini, demam mereng-mereng. Mereng-mereng sendiri merujuk pada kata miring-miring ketika melibas tikungan menggunakan sepeda motor, istilahnya Cornering. Saya sendiri tidak tahu darimana tertular virus mematikan ini. Saya katakan mematikan karena cukup menguras isi dompet untuk dapat melakukan mereng dengan nyaman sehingga sempurna, terlepas skill pengendara tentunya.

Seingat saya, keinginan ini muncul ketika saya sering membuka video yang dibuat oleh akun¬†BlackBlueSatria¬†di Youtube. Beliau, menggunakan Satria F sebagai tunggangannya. Beberapa video menunjukan bahwa beliau sering latihan di sirkuit Gery Mang Subang. Padahal jarak antara rumah saya dengan sirkuit tersebut terbilang tidak begitu jauh, tapi kenapa keinginan ini baru muncul baru-baru ini tidak dari dulu. ūüôĀ

Saya langsung melihat kondisi motor. Suspensi depan bocor karena seal karetnya yang sudah termakan usia (lebih dari 10 tahun) rebound harus disetel sedikit hard. Sedangkan suspensi belakang tidak ada tanda kebocoran hanya saja tampilan cat luar kondisinya sangat mengenaskan tapi performa reboundcukup hard.

Stang jepit drag 15 derajat di pensiunkan dan diganti menggunakan stang standar Nova Sonic. Selahan di lengserkan, karena kata teman saya yang biasa nyentul, selahan harus dicopot ketika memasuki sirkuit karena alasan keamanan.

Footstep underbound tetap dipertahankan meskipun ada perasaan tega gak tega karena kalau jatoh entah apa yang akan terjadi.

Ban ukuran 50 (depan) dan 60 (belakang) diganti menggunakan FDR XT 90/80 (depan) dan XR 90/80 (belakang). Velg tetap menggunakan TDR U-shape, walaupun awalnya ada rencana memakai velg bawaan (racing) tapi mau nyobain dulu pake velg jari-jari ini.

Perubahan paling memakan waktu ada di perubahan rem cakram belakang menjadi rem tromol. Tromol belakang menggunakan Kharisma, tutup tromol Kharisma, nap gear Kharisma, gear belakang 43 Rajawali, paha rem Thailand, kawat rem diganti menggunakan tali baja Thailand. Alasannya adalah agar beban motor menjadi lebih ringan, juga putaran roda menjadi lebih ringan dan tidak seret.

Sayangnya, hingga sekarang motor belum saya pakai untuk latihan meskipun beberapa waktu lalu adek kelas saya (pengguna Ninja 250) mengajak saya untuk track day di Gery Mang. Ke sirkuitnya sempet, tapi belum benar-benar mengaspal di sirkuit. Masih menjadi penonton dan mereng liar di lembang, eh. Mungkin lain kali.

Salah Satu Penyebab Bensin Gak Turun: Selang Vakum

Pertama kita bahas dulu apa itu selang vakum. Menurut sepengetahuan saya, selang ini berfungsi untuk mengucurkan bahan bakar jika ada kevakuman. Kevakuman ini hanya terjadi jika ada isapan dari mesin (jika mesin bekerja), karena selang vakum menancap pada manifold mesin.

Ketika ada isapan dari piston, maka bensin mengalir dan terjadi proses pembakaran. Jika mesin mati (tidak digunakan) aliran bensin pada selang bensin berhenti. CMIIW.

Sehingga jika terjadi masalah pada selang vakum tersebut, maka hal tersebut menjadi salah satu penyebab bensin tidak masuk ke ruang kabar motor. Agar lebih jelas, saya akan menceritakan kronologis permasalahan bensin tidak turun ini.

Continue reading “Salah Satu Penyebab Bensin Gak Turun: Selang Vakum”

Lupa Pasang Klip Gear

Hal paling berbahaya yang pernah saya lakukan? Banyak, dan ini adalah salah satunya. Kok bisa-bisanya lupa pasang klip gear? Begini ceritanya, sewaktu saya bawa Honda Sonic saya ke Subang untuk melakukan seting dan inspeksi mesin (Sssah!), saya merasa kalau final gear yang saya gunakan terlalu berat untuk melalui rute Subang-Lembang-Bandung yang berkarakter pegunungan.

Jelas berat karena saya pakai final gear 14-30, jika dihitung menggunakan rumus ajaib hasilnya adalah 30/14=2.1 (Sangat berat). Kalau kamu gak tau kenapa hasil bagi segitu saya katakan berat, silahkan cari sendiri di Google pembahasan mengenai final gear. Lalu, karena alasan tersebut saya mengganti gear set pakai punya CS1 dengan final gear 43/14=3.0 (Enteng) yang saya tebus seharga Rp165.000 kondisi baru.

tanpaklipgear

Langsung saya bawa ke bengkel langganan, tapi sialnya mekanik tercinta gak bisa menangani penggantian gear set ini karena lagi ngurusin Mio yang lagi service karburator. Turunlah mekanik asisten, dengan cekatan dia membongkar ban belakang untuk melengserkan gear 30 mungil lansiran rajawali dari Sonic saya lalu menggantinya dengan gear 43 milik CS1. Rantai gak pake potong, tinggal pasang. Panjang rantai begitu pas karena memang wheelbase CS1 dan Honda Sonic tidak beda jauh bahkan dapat dikatakan sama.

Namun ada permasalahan saat pemasangan gear depan, mekanik bilang seret gak bisa masuk, entahlah saya gak begitu memperdulikan juga, karena gear depan tidak ada perubahan mata dan masih terhitung tebal. Jadi gear depan tidak di pasang,  tetap menggunakan gear sebelumnya dengan mata 14T. Selesai. Saya pun melakukan perjalanan ke Bandung saat itu juga.

Sesampainya di Bandung, saya bongkar body motor untuk bersih-bersih karena tadi sempat di guyur hujan. Sudah jadi kebiasaan kalo nyuci motor semua body di bongkar, sayang banget soalnya sama motor ini. Langka! Eh pas saya lagi sikat rantai dan gear depan mau di bersihin, baut penahan gear depan gak ada. Saya pikir memang seperti itu, tapi saya coba goyang-goyang gear depan dengan menariknya keluar. Eh copot!

Ya ampun, pantesan sepanjang jalan mesin berisik banget suaranya mungkin karena gear depan yang geol-geol ketika melakukan gaya sentrifugal dan membuat rantai tidak garis lurus pada porosnya. Sehingga menyebabkan putaran roda belakang seret karena rantai gak lurus dan berisik. Sialan!

klipgearSaya langsung pergi ke apotik terdekat, eh bengkel maksudnya, untuk membeli seperangkat alat penahan gear. Terdiri dari 2 mur 10 (kalo gak salah) dan satu buah klip gear milik CS1, saya tebus seharga Rp5000. Untungnya salah satu teman saya, seorang penunggang Tiger, @Jaktism, meninggalkan barang warisannya di kontrakan saya (Satu set kunci 10-lupa berapa), jadi pemasangan barang tersebut dapat selesai dengan cepat.

pasangklipgear

Coba bandingkan dengan gambar pertama tanpa klip gear, dengan kondisi gear yang sudah terpasang klip. Beda jauh kan? Tingkat keamanannya pun jauh berbeda. Untung allah masih memberi saya keselamatan, pelajaran juga agar semua komponen motor harus di inspeksi lebih dulu sebelum melakukan perjalanan jarak jauh.

klipgeardone