Tanda Tangan yang Berbeda

Signature atau tanda tangan sepertinya menjadi hal yang sangat penting untuk menunjukan “itu adalah saya” dengan sebuah coretan artistik di secarik kertas. Tetapi, sebuah tanda tangan malah menjadi petaka untuk saya, saya selalu bertanya-tanya “kenapa harus ada tanda tangan? “.

tandatanganyangberbedaadnanomatic

Apa sih masalah sebenarnya antara saya dengan si tanda tangan? Begini, itu dimulai ketika saya mendapatkan KTP di umur 17 tahun. Sebuah KTP baru membutuhkan tanda tangan, bukan? Nah, ini dia permasalahannya, dengan semangat ’10 saya segera menandatangani KTP yang menjadi isi pertama dompet saya kala itu. Tapi, tak sengaja tangan saya menyenggol sebuah gelas yang ada di meja itu, akhirnya sebuah tanda tangan yang tidak dikehendaki pun terjadi. “Ah, cuman tanda tangan ini, gak apa-apa lah.” Itu yang terucap dipikiran saya saat itu yang ternyata akan mengubah nasib saya dikemudian hari.

1 minggu setelah kejadian na’as itu, saya diantar ibu pergi untuk membuat rekening bank BNI. Sesampainya disana saya disapa om satpam dengan lemah lembut. Ada pikiran kalau satpam itu homo tapi mungkin itu memang tuntutan pekerjaan :D. Langsung saya hampiri bagian pembuatan rekening bank, setelah menyampaikan maksud hati datang ke cabang BNI ini, dia meminta KTP saya sekaligus menyodorkan secarik kertas kosong dan dia berkata, “Silahkan tanda tangan disini mas?”. Secarik kertas kosong? Untuk apa? Tidak terlalu memperdulikannya saya langsung menorehkan coretan artistik dari tangan saya, yaitu tanda tangan, dan selesai.

“ini pak, sudah saya tanda tangani”, saya menyodorkan kembali kertas itu. Bapak itu sejenak membandingkan antara tanda tangan di KTP dan tanda tangan di kertas kosong itu lalu berkata, “maaf mas, tanda tangan di KTP dan di kertas ini tidak sama, silahkan coba lagi”. Langsung saya coba kira-kira 23 kali dan sudah menghabiskan 3 kertas namun hasilnya nihil, tidak ada yang sama. Pembuatan rekening bank pun batal.

Sampai akhirnya saya lulus SMA dan memutuskan kuliah di UNIKOM tanpa alasan yang jelas kenapa saya memilihnya :D. Ada satu aturan dimana mahasiswa baru wajib memiliki kartu mahasiswa yang sekaligus berguna sebagai kartu ATM BNI, lagi-lagi BNI. Pembuatan rekening bank pun tercapai, karena mungkin kampus memaksa bank untuk membuatkan kartu ATM walau tanda tangannya tidak sama :D.

Tapi, kejadian naas itu terulang lagi ketika PIN ATM BNI saya terblokir, alasannya aneh:
“untuk bisa mengganti PIN ATM harus melakukan minimal 3 kali transaksi.”
Loh, bukannya sebaiknya sesegera mungkin mengganti PIN bawaan bank? Untuk alasan keamanan tentunya.

Langsung saya menghubungi pihak bank dan mengutarakan maksud hati. Pihak bank rupanya bisa menyelesaikan masalah ini, namun lagi-lagi saya disodorkan kertas, namun bedanya ini tidak kosong :). Tangan saya gemetar ketika melihat form tanda tangan dipojok kanan bawah. Saya berkata dalam hati, “ini kan untuk mahasiswa, tanda tangan yang berbeda mungkin tidak dimasalahkan”. Selesailah saya mengisi form keramat tersebut. Namun tetap, customer service membandingkan tanda tangan saya yang ada di KTP, kartu ATM, dan form kertas tadi.

    CS > “mas, tanda tangannya kok beda-beda ya?”
    Saya > “memangnya kenapa?” pura-pura tidak tahu.
    CS > “Kalau begini, gak bisa diproses mas masalah PIN-nya.”
    Saya > “tolonglah mbak, nanti bagaimana saya ngambil uangnya?”
    CS > “baik, tapi saran saya mas latihan dirumah agar tanda tangannya sama ya? masalah PIN akan kami proses.”
    Saya > “makasih mbak.”

Pihak bank bilang, untuk mencoba lagi PIN yang lama 15 menit kemudian dan ternyata bisa. Alhamdulillah.

Dari semua kejadian ini, saya tetap takut untuk berurusan dengan pihak bank. Setiap mengambil uang, hanya bisa lewat ATM, kalau lewat teller nanti diminta tanda tangan dan tidak akan bisa diproses. Itulah kenapa tanda tangan telah merubah nasib saya. Untuk yang membaca tulisan ini, bisa diambil hikmahnya, yaitu konsisten. Konsisten dalam memilih tanda tangan, tetap satu jangan pernah bereksperimen mengganti-ganti gaya tanda tangan. Apalagi tanda tangan versi alay.

“tanda tangan itu adalah diri kita.”

Artikel lainnya:

0 Replies to “Tanda Tangan yang Berbeda”

  1. Jiahh… bener itu Om bisa beda2 gitu tanda tangan????
    Ngakak sumpah mbaca pas tengah2.. ane dlu keteteran bikin tnda tangan pas SD kelas 6,, hahaha,, kalo sampean pas kuliah,, ngeri sekali… Tapi gak apa2 om lanjutkan..

    Emhh, saya sendiri ju2r gak bisa tarik tunai lewat ATM(soalnya saya ndesoo),, rekening aj gak punya. Kartu Tanda Mahasiswa(skaligus ATM bank DKI) aja gak saya deposit.. haha,,

    bwahahaha.. yang penting kita ngeblog

    1. Belum sempat upload gambar (KTP, KTM). Yah, memang begitulah adanya saya, haha. 😀

      Untuk tarik ATM juga saya ditemani sama temen, sodara mulu, bener2 gagap urusan bank lah.

      statement yang terakhir yang paling saya suka, “yang penting kita ngeblog”.

  2. Saya juga pernah mengalami hal serupa saat membuat rekening bank. Dengan santainya saya menandatangani dengan model tandatangan yang sekarang. Eh, ternyata beda dengan tandatangan di KTP 4 tahun silam. Akhirnya latihan dulu di depan teller agar tandatangannya mirip yang ada di KTP. Hii….hi….

  3. saya juga seperti anda
    ._________________.
    bagaimana ini? tanda tangan dimana-mana beda.
    tapi … yang penting kan sesuai ktp-kan?
    soalnya … ktp baru bikin
    paspor, bank dll udah pake tanda tangan zaman dulu pas sebelum buat ktp.
    . . .
    pasti bakalan jadi masalah yah?

  4. wew gan kita senasib anak UNIKOM juga lagi,… wkwkwkwkwkwkwk dulu jg gw tanda tangan sebodo amat sekarang baru kena sakitnya….. tapi sayangnya kartu ATM lagi diperbaiki n baru beberapa kali ngambil ke teller dan hasilnya sama tanda tangan berbeda… tulisan saya aja beda2 apa lagi tanda tangan -.- tergantung mood….. >.<

  5. Wahahahahahaha!!! Nguakakkkk sumpahh bacaa iniii blogggg,, komennyaa agan2 jugaaaa lucu abesss, topcerrr dahh org indoooo!!wahahaha… Saya kebetulan habis kena masalah yg samaa! Terusss sayaaa mikir kenapa sih kok harusss pakek tanda tangannn?? Ketemu deehhh akirnya sama blog ngelawakk inii,,, ikutt senenggg krn byk temen senasibbb,, hahahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *