Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Pindah Hosting?

frustratedthumbnail-180x180Halo, disini saya mencoba menulis tulisan berbau ‘how to’ lagi setelah sekian lama absen di dunia per-tutorial-an. Halah apa sih. Apa itu hosting? Singkatnya hosting itu tempat dimana kamu menyimpan semua file-file mulai dari tulisan, gambar, video, dll di internet yang nantinya akan dibuat website. Saat ini banyak sekali hosting provider yang menyediakan fitur lengkap dengan harga murah. Tapi tetap harus diperhatikan reputasi jasa hosting tersebut, jangan sampai kecewa di kemudian hari. Pengalaman saya dengan beberapa penyedia hosting di Indonesia sampai saat ini cukup memuaskan. Lalu kapan waktu yang tepat untuk pindah Hosting?

1. Sering Down

Downtime sebenarnya sesuatu hal yang sulit dikalahkan, setiap penyedia hosting pasti pernah ngalamin. Tapi kalau bisa cari hosting provider yang memiliki waktu downtime sangat minim. Reputasi website kamu dipertaruhkan disini, siapa sih yang tidak jengkel datang ke situs yang kerjaannya down terus? Bikin visitor males buat balik lagi. Hilang deh trafik.

Kalau kamu gak bisa memonitor web kamu 24/7, kamu bisa tanya langsung ke hosting providernya atau gunakan layanan Pingdom untuk memudahkan memonitor web kamu tanpa harus mengunjunginnya.

2. Error Establishing Database Connection

errorestablishingdatabaseconnection

Kalau pesan tersebut sering muncul ketika mengakses web kamu, itu artinya situs kamu telah tumbuh melebihi hosting provider yang kamu gunakan atau ada plugin yang tidak beres.

Kamu bisa menghubungi CS untuk perbaikan, jika tidak dapat membantu dan terus muncul lebih baik kamu pindah hosting.

3. Internal Server Errors

Kalau kamu pemakai setia WordPress, pesan ini tentunya udah gak asing lagi. Keselnya gak ada pemberitahuan dibagian mana kerusakan yang terjadi, jadi saya pun kadang bingung ketika mencoba untuk melakukan perbaikan.

Sama seperti poin nomor 2, kalau pesan ini terlalu sering muncul lebih baik cari hosting provider yang mengerti bagaimana menghandle CMS WordPress.

4. Situs di Suspend

Wah kalau ini kebangetan. Kita sebagai blogger atau pengusaha online mempercayakan ‘aset’ kita kepada hosting yang bersangkutan. Jika terjadi suspend tanpa notifikasi dan alasan yang jelas, kamu harus segera melakukan obrolan serius dengan penyedia hosting.

Kalau obrolan tidak menemukan titik temu, pindah aja cari hosting yang baru.

5. Customer Service yang buruk

Kalau ada apa-apa berkaitan dengan web kamu, orang pertama yang dihubungi pasti CS. CS biasanya langsung menghubungi bagian teknis untuk perbaikan. Tapi kalau CSnya aja susah dihubungi atau sekiranya bisa dihubungi tapi tidak melakukan pekerjaannya dengan baik, pasti kesel yang ada.

6. Page Speed yang lambat

Visitor saat ini tidak memiliki banyak waktu untuk menunggu loading page yang lama, semuanya harus serba cepat. Diluar koneksi internet, kecepatan server pun mempengaruhi kinerja web ketika dibuka. Biasanya hal seperti ini terjadi pada layanan shared hosting, karena bandwidth dibagi-bagi dengan web user lain. Sehingga web kamu pun terkena imbas jika web lain memiliki visitor membludak. Imbas lemot maksudnya. 😀

7. Situs Kamu Tumbuh Pesat

Kamu pakai shared hosting, terus visitor blog/web kamu membludak karena konten yang menarik. Setelah dilihat-lihat visitor blog kamu lebih banyak dari si penyedia hosting itu sendiri, asumsinya gayung yang dipakai udah gak cukup buat nampung air yang masuk. Kasian situs lain yang satu server dengan kamu, terkena imbas lemot karena visitor blog kamu tinggi. Lebih baik pindah pakai Virtual Private Server dengan performa yang lebih baik juga tentunya.

Jadi itulah 7 hal yang bisa kamu jadikan indikator kapan sebaiknya kamu pindah hosting.

Artikel lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *